Hadirin
yang dimuliakan Allah. Alhamdulillah Allah Subhanahu wa ta’ala masih memberikan
umur yang panjang sehingga kita dapat bertemu kembali dengan Bulan Ramadan.
Bulan yang penuh kemuliaan, bulan yang diturunkan Al Quran sebagai petunjuk
bagi manusia maka sudah sepatutnya kita menggunakan umur yang tersisa ini untuk
selalu beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Rasulullah
shallauhu alaihi wa salam bersabda: “Barang siapa yang hari ini lebih buruk
dari hari kemarin, ia termasuk orang yang celaka. Barang siapa yang hari ini
sama dengan hari kemarin, ia termasuk orang yang merugi. Barang siapa yang hari
ini lebih baik dari hari kemarin, ia termasuk orang yang beruntung.” Semoga
kita termasuk golongan yang beruntung tersebut. Amin ya rabbal alamin.
Hadirin
yang dimuliakan Allah. Waktu itu terbagi menjadi tiga klasifikasi yaitu pertama
waktu dapat dijadikan saudara, yang kedua waktu dapat dijadikan musuh, dan
terakhir waktu dapat dijadikan pendamping hidup.
1.
Waktu dapat dijadikan saudara yaitu
waktu yang di dalamnya kita manfaatkan untuk berbagi kepada sesama baik itu
berbagi ilmu, rezeki, maupun kebaikan yang lainnya;
2.
Waktu dapat dijadikan musuh yaitu waktu
yang selalu kita pergunakan untuk permusuhan, menaruh dendam, dengki, iri dan
perbuatan maksiat yang lainnya yang dilarang Allah Subhanahu wa ta’ala. Apabila
kita menerapkan waktu ini maka hidup kita akan terpuruk, wajah cepat keriput,
dan hati pun akan menjadi berkarat. Semoga kita tidak bergolong dalam waktu
yang seperti ini;
3.
Waktu dapat dijadikan pendamping hidup
yaitu waktu ini sama halnya dengan waktu yang dapat dijadikan saudara dan jauh
dari waktu yang dapat dijadikan musuh. Waktu ini dipergunakan untuk berhubungan
kepada Allah Subhanahu wa ta’ala maupun lingkungan sosial masyarakat.
Hadirin
yang dimuliakan Allah. Hidup ini saling membutuhkan satu sama yang lain, jauh
dari yang namanya sendiri dan cenderung berdampingan, di dunia ini pula yang
mendampingi kita hidup yaitu Al Quran. Apabila kita membaca satu huruf saja
akan dibalas sepuluh kebaikan. Bayangkan apabila satu ayat terdiri dari tiga
puluh huruf maka kita akan mendapat tiga ratus kebaikan. Apabila pula kita
membaca satu ayat itu sehabis salat fardu maka kita sudah mendapatkan seribu
lima ratus kebaikan. Kemudian kalikan denga sebulan maka kita akan mendapat
empat puluh lima ribu kebaikan. Itu hanya dengan satu ayat saja. Akan tetapi,
mengapa diantara kita masih menanam kemalasan dan bahkan menjauhkan diri dari
Al Quran. Sikap kemalasan inilah yang perlu diberantas dengan ketekunan. Sikap
kemalasan ini pula yang perlu dibuang sampai ke akar-akarnya. Padahal Allah
Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Quran surah Al-Baqarah ayat 185: ”Allah
menghendaki kelonggaran bagimu dan tidak menghendaki kesempitan bagimu.”
Hadirin
yang dimuliakan Allah. Tiga M yang kita lakukan untuk Al Quran yaitu M yang
pertama membaca Al Quran dengan benar, M yang kedua memahami isi kandungan Al
Quran, dan M yang terakhir mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
Kemenangan sesungguhnya bukanlah ketika kita mendapatkan piala pada kompetisi.
Akan tetapi kemenangan sesungguhnya apabila kita mampu memanfaatkan waktu
dengan bijaksana. Isilah waktumu dengan Al Quran dan jangan sia-siakan waktu
yang ada dengan hal-hal yang membuatmu merugi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar