Pengikut

Bismillahirahmanirrahim

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Akhi wa ukhti fillah.
Mencintai adalah benih dari kasih sayang
Membaca memaknai kehidupan


Rabu, 22 Agustus 2012

Memanfaatkan Waktu dengan Bijaksana


Hadirin yang dimuliakan Allah. Alhamdulillah Allah Subhanahu wa ta’ala masih memberikan umur yang panjang sehingga kita dapat bertemu kembali dengan Bulan Ramadan. Bulan yang penuh kemuliaan, bulan yang diturunkan Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia maka sudah sepatutnya kita menggunakan umur yang tersisa ini untuk selalu beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.
Rasulullah shallauhu alaihi wa salam bersabda: “Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, ia termasuk orang yang celaka. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, ia termasuk orang yang merugi. Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, ia termasuk orang yang beruntung.” Semoga kita termasuk golongan yang beruntung tersebut. Amin ya rabbal alamin.
Hadirin yang dimuliakan Allah. Waktu itu terbagi menjadi tiga klasifikasi yaitu pertama waktu dapat dijadikan saudara, yang kedua waktu dapat dijadikan musuh, dan terakhir waktu dapat dijadikan pendamping hidup.
1.      Waktu dapat dijadikan saudara yaitu waktu yang di dalamnya kita manfaatkan untuk berbagi kepada sesama baik itu berbagi ilmu, rezeki, maupun kebaikan yang lainnya;
2.      Waktu dapat dijadikan musuh yaitu waktu yang selalu kita pergunakan untuk permusuhan, menaruh dendam, dengki, iri dan perbuatan maksiat yang lainnya yang dilarang Allah Subhanahu wa ta’ala. Apabila kita menerapkan waktu ini maka hidup kita akan terpuruk, wajah cepat keriput, dan hati pun akan menjadi berkarat. Semoga kita tidak bergolong dalam waktu yang seperti ini;
3.      Waktu dapat dijadikan pendamping hidup yaitu waktu ini sama halnya dengan waktu yang dapat dijadikan saudara dan jauh dari waktu yang dapat dijadikan musuh. Waktu ini dipergunakan untuk berhubungan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala maupun lingkungan sosial masyarakat.
Hadirin yang dimuliakan Allah. Hidup ini saling membutuhkan satu sama yang lain, jauh dari yang namanya sendiri dan cenderung berdampingan, di dunia ini pula yang mendampingi kita hidup yaitu Al Quran. Apabila kita membaca satu huruf saja akan dibalas sepuluh kebaikan. Bayangkan apabila satu ayat terdiri dari tiga puluh huruf maka kita akan mendapat tiga ratus kebaikan. Apabila pula kita membaca satu ayat itu sehabis salat fardu maka kita sudah mendapatkan seribu lima ratus kebaikan. Kemudian kalikan denga sebulan maka kita akan mendapat empat puluh lima ribu kebaikan. Itu hanya dengan satu ayat saja. Akan tetapi, mengapa diantara kita masih menanam kemalasan dan bahkan menjauhkan diri dari Al Quran. Sikap kemalasan inilah yang perlu diberantas dengan ketekunan. Sikap kemalasan ini pula yang perlu dibuang sampai ke akar-akarnya. Padahal Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman dalam Al Quran surah Al-Baqarah ayat 185: ”Allah menghendaki kelonggaran bagimu dan tidak menghendaki kesempitan bagimu.”
Hadirin yang dimuliakan Allah. Tiga M yang kita lakukan untuk Al Quran yaitu M yang pertama membaca Al Quran dengan benar, M yang kedua memahami isi kandungan Al Quran, dan M yang terakhir mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. Kemenangan sesungguhnya bukanlah ketika kita mendapatkan piala pada kompetisi. Akan tetapi kemenangan sesungguhnya apabila kita mampu memanfaatkan waktu dengan bijaksana. Isilah waktumu dengan Al Quran dan jangan sia-siakan waktu yang ada dengan hal-hal yang membuatmu merugi.

Tidak ada komentar: